Tomat Tembemm..(o^,^o)


Lagu Daerah
Januari 21, 2008, 10:52 am
Filed under: Seni

LAGU DAERAH KOTA PADANG

AYAM DEN LAPEH

Luruihlah jalan Payakumbuah
Babelok jalan kayujati
Dimahati indak karusuah
Awak takicuah
Ai ai ayam den lapeh
Mandaki jalan Pandai Sikek
Manurun jalan ka Biaro
Dima hati indak ka maupek
Ayam den lapeh
Ai ai ayam den lapeh
Sikua capang sikua capeh
Saikua tabang saikua lapeh
Lapehlah juo nan ka rimbo
Oi lah malang juo
Pagaruyuang Batusangka
Tampek bajalan urang Baso
Duduak tamanuang tiok sabanta
Ayam den lapeh
Ai ai ayam den lapeh

Musik Tradisional Minangkabau Dari Masa Ke Masa

Cetak halaman ini

Kirim halaman ini ke teman via E-mail

Ditulis oleh ARIFNI NETRIROSA, S.ST.

Kamis, 06 Juli 2006

PENDAHULUAN
Suku bangsa Minangkabau sebagai salah satu kelompok budaya di Nusantara kita ini, memiliki berbagai ragam jenis musik tradisional yang hidup di tengah masyarakatnya. Apabila dilihat lebih jauh kondisi kehidupan musik tradisional tersebut sangat bervariasi, ada yang hidup berkembang sesuai dengan zamannya di tengah-tengah masyarakat pendukungnya dan juga diluar masyarakat pendukungnya, dan ada pula yang mengalami kemunduran, bahkan bisa dikatakan hampir mendekati kepunahan.

Melihat hal di atas maka dari itu diperlukan adanya usaha pelestarian dan pengembangan sehingga diharapkan musik tradisional itu tidak hilang dimakan masa dan tetap dapat hidup di era globalisasi sekarang ini. Akan tetapi walaupun ada kekhawatiran terhadap kondisi demikian, sesungguhnya secara politis, Minangkabau masih lebih baik dalam masalah usaha pewarisan seni budaya, karena di daerahtersebut terdapat beberapa
sekolah yang bergerak dalam pendidikan kesenian, seperti Sekolah Karawitan Indonesia
Padang, Jurusan Sendratasik Universitas Negeri Padang dan Sekolah Tinggi Seni
Indonesia Padang Panjang.
Lembaga ini mempunyai program dalam usaha pewarisan, pelestarian dan pengembangan seni Minangkabau. Tetapi dalam tulisan ini penulis juga berusaha untuk memperkenalkan musik tradisional Minangkabau kepada pembaca dalam usaha pengembangan musik tradisional Minangkabau sebagai salah satu kekayaanbudaya nusantara.
Pengembangan musik tradisional yang cenderung mengarah kepada penyesuaian keperluan apresiasi masyarakat masa kini yang dinamis dan perilaku yang serba cepat, maka pertimbangan pengembangan musik tradisional mengarah pula kepada penempatan dinamika musikal sebagai dasar disain dramatik penggarapan musik itu sendiri. Pengembangan seperti di atas telah banyak dilakukan oleh para seniman Minangkabau,
yang mana para komponis-komponis itu menggarap konsep pengembangan musik
tradisional yang disesuaikan dengan keperluan seni pertunjukan.
Adanya pengembangan berarti dinamika sebuah garapan musik yang berdasarkan
kepada pengembangan musik tradisional telah membuka peluang terhadap beberapa jenis
musik tradisional yang mempunyai pola melodi ataupun ritme dinamis yang mendapat
tempat mengisi bahagian-bahagian dalam komposisi musik baru.
Pengembangan tersebut bertujuan menempatkan musik tradisional yang mewakili
masa lalu sehingga dapat hadir dalam kancah apresiasi masyarakat sekarang ini. Memang
menghadapi tantangan yang sangat sensitif bila suaut pengembangan yang dilakukan
terhadap musik tradisional mengakibatkan kemunduran dari nilai-nilai yang telah ada
sebelumnya. Menurut Edi Sedyawati (1990) dalam bukunya “Local Genius Dalam Seni”,
mengemukakan bahwa pengembangan musik tradisional Indonesia cenderung mempunyai konotasi kuantitatif daripada kualitatif, yaitu membesarkan volume penyajian, meluaskan wilayah penyajiannya dengan berpegang kepada mencari kemungkinan untuk mengolah dan memperbaharui wajah sebagai usaha pencapaian kualitatif (1981:50).
Jadi secara ideal yang patut dijaga dalam suatu usaha pengembangan musik tradisional terutama adalah prinsip-prinsip dasar dari suatu musik yang amat dibanggakan
oleh masyarakat pendukungnya, sehingga masyarakat pendukungnya itu tetap merasa
memiliki hasil pengembangan musik tersebut. Namun demikian perlu dibatasi persoalan
pengembangan musik tradisional ke ‘bentuk baru’ (kreatif) yang mendasari penggarapan
musiknya kepada kebebasan berekspresi melalui eksperimental. Dan diharapkan hasil
eksperimen itu bisa dan dapat mewakili sekelompok orang di zamannya.


1 Komentar so far
Tinggalkan komentar

gmn lagu na tuwh say???
hohoho -.-“

Komentar oleh QeCeNaBGTz!!!




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: